Sabtu, 30 Maret 2013




Amandel adalah bahasa awam yang sering digunakan untuk menyebut istilah penyakit peradangan pada tonsil atau tonsilitis. Tonsil, adalah organ yang terletak di bagian belakang tenggorokan, berjumlah dua dan tersusun dari jaringan limfa. Kasus amandel atau tonsilitis pada anak memang sangat sering terjadi. Karena pada usia 3-7 tahun, organ ini memang sedang dalam kondisi yang paling aktif. Kondisi tonsilitis pada anak yang kronis maupun akut, tentunya membuat orang tua cemas. Karena penangannya kadangkala kurang tuntas bahkan opsi untuk diangkat atau dioperasi juga tidak mudah.

Apa itu tonsil
Organ yang lumayan kecil ini diciptakan Allah dengan manfaat dan fungsi yang luar biasa bagi tubuh. Dua fungsi utama tonsil adalah untuk memproduksi zat kekebalan tubuh. Selain itu juga berfungsi sebagai detektor jika ada kuman baik bak bakteri maupun virus yang akan masuk ke dalam tubuh. Jadi, tonsil bekerja ibarat benteng pertahanan utama manusia akan adanya serangan kuman dari luar. Bisa dibayangkan jika kerja tonsil berkurang atau bahkan hilang. Bisa jadi tubuh anak menjadi kewalahan dalam melawan kuman, akibatnya menjadi lebih sering sakit, jika kekebalan tubuh yang lain pun tidak berfungsi dengan baik.

Gejala Tonsilitis
Gejala tonsillitis yang utama adalah adanya pembengkakan dan pembesaran organ, bahkan bisa sampai menutup jalur pernapasan. Gejala lain yang seringkali dialami daintaranya sakit tenggorokan, tonsil berwarna kemerahan, ada selaput putih atau kuning di tonsil, luka atau blister di tenggorokan, suara serak bahkan hilang, sakit kepala, kurang nafsu makan, sakit telinga, demam, pembengkakan jaringan di leher, kesulitan menelan atau bernapas. Pada anak-anak bisa juga ditandai dengan mual dan muntah.

Racun dalam Tubuh Biang Keladinya
Jika memang tonsil bekerja sebagai sistem pertahanan tubuh, lalu mengapa tonsil bisa menjadi bengkak dan malah kurang bisa bekerja optimal yang berakibat pada kondisi anak yang sering sakit. Penyebab utamanya karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga sel darah putih tidak lagi cukup kuat untuk bisa mendetekasi adanya mikroogranisme. Menurunnya kekebalan tubuh bisa disebabkan banyaknya tumpukan racun dalam tubuh . Akibatnya, tonsil cenderung melebarkan ‘tubuhnya’ atau terjadi inflamasi untuk mengaktifkan sel darah putih. Penyebab dari menumpuknya racun diantaranya adalah konstipasi atau sembelit. Konstipasi yang lama bisa menyebabkan banyaknya tumpukan racun dalam tubuh. Penyebab sembelit adalah terlalu banyak makanan manis buatan, karbohidrat dan tentunya sedikit serat.
Jadi, tonsilitis bisa disebabkan karena asupan makanan yang kurang berkualitas. Sebaiknya, sahabat cek putera-puteri sahabat yang menderita tonsilitis. Apakah sering mengkonsumsi permen, minuman kemasan, cokelat, biskuit, kue dan jarang mengkonsumsi sayuran, buah dan air putih.
Solusi
Terapi konvensional yang sering diberikan pada kondisi tonsillitis adalah pemberian antibiotik, antivirus dan juga anti-inflamasi. Bahkan tidak jarang dilakukan pengangkatan atau operasi untuk tonsil atau tonsilitis. Tentunya, opsi ini akan sangat dihindari oleh para orangtua. Mengingat banyaknya fungsi dari si tonsil ini.

Lalu apa solusi selain obat dan juga operasi?
  1. Diet
Sudah disinggung sebelumnya peran diet atau pola makan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan juga berfungsinya organ-organ dengan baik. Tentunya menghindari makanan dengan pemanis buatan maupun pemanis alami dengan sifat gula sederhana menjadi sangat baik. Contohnya, permen, minuman kemasan, cokelat, es krim, makanan dengan banyak tambahan perasa dan pewarna.
Jika harus menghindari makanan tersebut, menjadi lebih baik jika makanan diganti dengan memperbanyak sayuran dan buah serta kacang-kacangan. Contohnya labu siam, wortel, melon, semangka, kacang hijau, jeruk, brokoli, bayam, lemon dan ketimun. Selain itu, untuk mengurangi rasa panas dan bengkak juga sebaiknya banyak minum ait putih dengan suhu ruangan.
  1. Istirahat cukup
Istirahat yang cukup sangat baik untuk membantu meregenerasi dan mengembalikan fungsi dan kerja tubuh menjadi optimal kembali.
  1. Akupunktur dan herbal
Terapi lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi herbal yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau imunomodulator dan sebagai antiperadangan atau antiinflamasi. Sahabat, boleh mengguankan herbal seperti Nutriffa yang mengandung ekstrak rosella dan daun meniran serta v-natur yang berfungsi sebagai antiperadangan.
Selain itu, terapi akupunktur ternyata juga sangat efektif untuk menuntaskan amandel. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh WHO, salah satu penyakit yang bisa dituntaskan dengan baik menggunakan metode akupunktur adalah tonsillitis atau amandel.
Bagaimana dengan ana-anak? Alhamdulillah di Pondok Holistik Indonesia, sudah menyediakan terapi akupunktur tanpa jarum untuk anak. Efektivitas akupunktur tanpa jarum di PHI untuk kondisi tonsilitis sekitar 95%. Rata-rata tonsil mengecil setelah terapi kedua sampai ketiga.

Untuk informasi lebih lanjut sahabat boleh langsung mennghubungi kami.

Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

no telp: 0878.3966.0590 - 0274.851.6868

www.facebook.com/rumahsehatholistik.jogja

 

Rabu, 27 Maret 2013


Gastritis, atau peradangan yang terjadi di lambung awalnya bisa disebabkan produksi asam lambung yang berlebihan. Efek jangka panjang gastritis bisa sampai menimbulkan kanker lambung.

Menurut penelitian dari WHO kejadian gastritis cukup tinggi di beberapa negara, diantaranya Inggris 22%, China 31%, Jepang 14,5%, Kanada
35%, dan Perancis 29,5%. Persentase kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8%. Cukup tinggi memang. Bahkan pada tahun 2009, penyakit ini msuk dalam daftar 10 besar kasus terbanyak rawat inap di Indonesia.

Gastritis bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari pola makan yang kurang sehat, adanya infeksi bakteri sampai stress.

Pengobatan konvensional yang diberikan seringkali tidak bisa menuntaskan penyakit ini. Bahkan penggunaan obat antasida yang beredar di pasaran bisa menimbulkan beberapa efek samping.

Solusi yang insya Allah baik dan tiak menimbulkan efek samping, dan telah diakui WHO atau badan kesehatan dunia bisa memberikan ketuntasan pada penyekit ini adalah akupunktur. Selain itu, pola makan dan juga pengendalian emosi menjadi solusi yang sanat baik untuk bisa segera menuntaskan dan membebaskan sahabat dari gastritis.


Untuk mendapatkan solusi terbaik bagi keluhan gastritis dan masalah pencernaan, sahabat boleh menghubungi 
Pondok Holistik Indonesia.
Jalan Damai Gg Sunan Muria no. 5
Jaban,Ngaglik, Sleman

no telp: 0878=3966-0590 atau 0274-851 6868


untuk membaca artikel lengkap mengenai gastritis :
 


Jumat, 22 Maret 2013


Dalam beberapa waktu terakhir,  PHI beberapa kali mendapatkan pasien dengan keluhan fertilitas. Menurut WHO, sepasang suami isteri dikatakan kurang fertile atau kurang subur jika belum memiliki keturunan setelah selama satu tahun dengan syarat berhubungan seksual yang aktif dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kondisi kurang subur tidak hanya diderita oleh wanita. Selama ini seringkali wanita yang disalahkan ketika pasangan belum memiliki keturunan dalam waktu yang lama. Baiknya memang suami dan isteri memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya secara detail. Padahal  menurut WHO, factor ketidaksuburan pria dalam hal sulitnya memperoleh keturunan sekitar 50%. Dan memang, beberapa kasus di PHI menunjukkan bahwa ada kondisi tertentu pada suami yang menjadi penyebab terjadinya infertilitas. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan infertiltias. Dan menurut beberapa data, penyebab utamanya ada pada kualitas sperma.

Kelainan fungsi, bentuk dan jumlah sperma (The OAT Syndrome)

 

Menurut WHO sperma yang sehat bisa dilihat dari indicator berikut:
Kondisi kelainan bentuk, jenis dan jumlah sperma yang kurang dari normal bisa dibedakan menjadi:
-     Oligozoospermia (< 20 million spermatozoa/mL) atau penurunan jumlah sperma
-     Astenozoospermia (< 50% motile spermatozoa) atau penurunan pergerakan sperma
-     Teratozoospermia (< 14% normal forms) atau kelainan bentuk sperma
-     Azoospermia  (< 1 million spermatozoa/mL) atau kondisi ekstrim dari OAT syndrome
Kelainan bentuk, pergerakan dan jumlah ini sering disingkat dengan OAT (oligo-asteno-teratozoospermia) syndrome. Penyebab infertilitas karena OAT syndrome menempati urutan teratas dari penelitian yang dilakukan pada 7.057 pria yaitu sekitar 75,1%.

Efek Kualitas Sperma dan Perkembangan Janin
Kelainan bentuk, fungsi dan pergerakan sperma tidak hanya mempengaruhi mudah atau tidaknya pasangan memiliki keturunan. Lebih dari itu, kualitas sperma juga mempengaruhi kualitas keturunan atau janin yang dilahirkan. Mulai dari pertumbuhan sel telur yang dibuahi, implantasi atau penanaman sel telur di rahim, dan yang paling penting, perkembangan janin itu sendiri. Bahkan kondisi keguguran pun juga bisa disebabkan kualitas sperma yang kurang baik.

Dari salah satu penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstetric dan Gynecologi tahun 2003 menemukan bahwa adanya kelainan kromosom sperma pada wasangan yang sering mengalami keguguran sekitar dua kali. Kondisi ini bisa berkurang dengan perbaikan morfologi sperma. Penelitian lain yang dilakuakan di Guzngzhou, China juga menyimpulkan bahwa kualias semen yang kurang baik berhubungan dengan kejadian keguguran yang berulang.

Factor-faktor yang Mempengaruhi Kelainan Bentuk dan Fungsi Sperma

Diet

Berdasarkan penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Human Reproduction tahun 2007 menyatakan, kualitas sperma ternyata sudah dipengaruhi sejak dalam kandungan. Dalam penelitian tersebut, ibu hamil yang mengkonsumsi daging sapi  >7 porsi sepekan (1 porsi sekitar 40 gr), berpotensi melahirkan anak yang julah sperma nya lebih rendah 24.3% dibandingkan yang mengkonsumsi daging lebih sedikit.

Banyaknya hewan ternak yang diberi tambahan hormone (disebut xenobiotic) terutama estrogen sintetis atau xenoestrogen diindikasikan menjadi penyebab berkurangnya kualitas sperma pria. Karena xenoesterogen memiliki sifat lipophilic atau terikat dengan lemak sangat kuat. Sehingga makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan susu berpotensi mengandung zat ini lebih tinggi. Efeknya, terjadi kekacauan hormonal di dalam tubuh.

Namun, kandungan estrogen didalam tumbuhan atau yang disebut phytoestrogen ternyata tidak terbukti mempengaruhi kualitas sperma laki-laki. Phytoestrogen banyak terdapat pada kedelai dan produk turunannya.

Dalam penelitian yang dilakukan Mendiola et al tahun 2009 yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility, menunjukkan asupan makanan yang banyak mengandung lemak seperti produk susu dan turunannya serta daging olahan berdampak pada berkurangnya kualitas semen (jumlah, pergerakan dan bentuk sperma). Sedangkan pada responden penelitian yang banyak mengkonsumsi makanan seperti tomat, lettuce, susu skim, seafood dan buah-buahan memiliki kualitas semen yang lebih baik.

Penelitian dari University ofAuckland di New Zealand tahun 2011 mengestimasikan sekiat 80% kodnisi subfertile (sedikit kurang subur) bisa dihubungkan dengan kerusakan sperma yang disebabkan stress oxidative.

Gaya hidup
-       Merokok
Pada 11 penelitian yang dilakukan pada perokok, ditemukan kepadatan dan pergerakan sperma lebih rendah 22%.
-       Stress
Penelitian tahun 2011 yang dimuat dalam jurnal Fertility dan Sterility menyatakan bahwa kondisi stress psikologi mempengaruhi kualitas sperma.

Sudut pandang TCM
Menurut artikel dalam Journal of Chinese Medicine tahun 1997 pnenyebab utama abnormalitas sperma adalah kelemahan Yang Ginjal atau Yin Ginjal, atau kelemahan organ ginjal yang mempengaruhi liver dan limpa dan memicu pada penumpukan qi dan darah sehingga memicu pelepasan lembab panas. Penyebabnya diantaranya makanan yang berlemak, emosi negatif seperti marah, stress berkepanjangan, konsums kopi berlebih, istirahat kurang bahkan makanan pedas,

Solusi

Diet

Jika penyebab banyaknya keiianan bentuk, jumlah dan kelainan sperma adalah pola makan. Maka solusi terbaik adalah dengan merubah pola makan. Pola makan yang baik untuk memperbaiki kualitas sperma:

1)      Jenis lemak
 Lemak trans juga berpengaruh terhadap kondisi kesuburan. Dalam penelitian yang dilakukan di Harvard menunjukkan bahwa jenis lemak  yang paling berpengaruh terhadap kondisi infertilitas adalah lemak trans. Lemak trans banyak dijumpai di mentega, margarine, makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak dan suhu tinggi seperti pada French fries atau kentang goreng dan makanan digoreng lainnya.
Karenanya, asupan lemak baik akan membantu memulihkan kondisi tubuh. Asupan lemak baik bisa diperoleh dari makanan seperti alpukat yang dikonsumsi tanpa menggunakan gula atau susu. Minyak zaitun, minyak virgin coconut oil, minyak canola, lemak yang terdapat pada kacang-kacangan. Mengkonsumsi produk susu yang diternakkan secara organic juga baik.

2)      Asupan antioksidan
Karena salah satu komponen sperma adalah lemak, maka sangat mudah untuk teroksidasi atau terkena radikal bebas. Asupan antioksidan berfungis untuk mencegah kerusakan sperma dalam proses pembentukannya.
Makanan kaya antioksidan yang bisa dikonsumsi tentunya sayuran dan buah-buahan. Utamanya bayam hijau maupun bayam merah, wortel, brokoli, bunga kol, kubis ungu maupun putih, jambu merah, buah naga. Selain itu, makanan tradisional seperti ubi ungu dan ubi kuning juga sangat kaya akan antioksidan dan memberikan asupan karbohidrat yang baik.

3)      Jenis karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari beberapa jenis, secara umum ada karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Makanan sumber karbohidrat sederhana seperti gula pasir, tepung-tepungan berhubungan dengan kondisi insulin yang kurang stabil. karbohidrat yang baik meliputi isngkong, ubi ungu, ubi kuning atau putih, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit dan juga sayuran dan buah menyumbang asupan karbohidrat yang baik.

Akupunktur
Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa akupunktur mampu memperbaiki fungsi pergerakan, jumlah dan bentuk sperma. Pada penelitian yang dimuat dalam Jurnal Fertility and Sterility menyebutkan pergerakan sperma yang meningkat 44.5% sampai 50% pada kelompok yang mendapatkan akupuntur dibandingkan kelompok control.

Bagi sahabat yang memiliki masalah dalam masalah reproduksi lainnya seperti varikokel, ejakulasi dini, disfungsi ereksi maupun gangguan perkemihan atau urologi, boleh silaturahim ke Pondok Holistik Indonesia untuk mendapatkan terapi yang holistik dan komprehensif.

Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai Gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

telp: 0878-3966-0590/0274-851-6868
www.pondokholistikindonesia.com
www.akupunturjogja.blogspot.com


Kamis, 21 Maret 2013


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu jenis penyakit yang terkadang datang secara tiba-tiba tanpa menyadarinya. Bahkan data terakhir menyebutkan sekitar  1 milyar  penduduk di dunia menderita hipertensi. Sayangnya, hanya 69% saja yang mengetahui bahwa dirinya terserang hipertensi. Di Indonesia sendiri menurut Departemen Kesehatan, sekitar 32,2% penduduk di Indonesia menderita hipertensi. Sekitat 76% saja yang mengetahui dirinya menderita hipertensi. Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, 2001 dan 2004 menunjukkan penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian di Indonesia dan sekitar 20–35% dari kematian tersebut disebabkan oleh hipertensi.

Hipertensi secara umum bisa didefinisikan dengan tekanan darah yang melebihi batas 140 mmHg untuk tekanan systole dan 90 mmHg untuk tekanan diastole. Selama ini penanganan hipertensi adalah dengan penggunaan obat untuk mengontrol tekanan darah. Sehingga sering didengar istilah tekanan darah terkontrol. Karena memang tekanan darah yang normal tersebut lebih disebabkan oleh bantuan penggunaan obat. Pada akhirnya, banyak dari kalangan medis konvensional yang menyatakan bahwa hipertensi tidak bisa disembuhkan dan harus mengkonsumsi  obat seumur hidup. Hmm, agak ekstrim bukan? Padahal terapi farmakologi sudah bukan menjadi terapi yang sempurna mengingat adanya efek samping dari penggunaannya. Bahkan sekitar 20% penderita hipertensi tidak mengalami perubahan pada tekanan darahnya meskipun sudaa diberikan 3 jenis kombinasi obat.
Untungnya saat ini banyak dilakukan penelitian yang melihat apakah tekanan darah yang tinggi bisa dikendalikan atau bahkan disembuhkan tanpa menggunakan obat. Mengingat, komplikasi atau efek samping dari hipertensi yang tidak terkontrol lumayan banyak, maka menghentikan tekanan darah yang tinggi menjadi sebuah keharusan. Bahkan menurut Centers for Disease Control (CDC), setiap kenaikan tekanan darah 20mmHg untuk systole dan 10 mmHg untuk diastole meningkatkan risiko terkena serangan jantung dua kali lipat.

Gejala Hipertensi
Terkadang hipertensi memang tidak menimbulkan gejala,  seringkali disebut dengan ‘silent disease’.  Saking banyaknya orang  yang tidak menyadarinya. Namun menurut situs webmd.com beberapa gejala yang bias dilihat sebagai indikasi adanya hipertensi diantaranya:
  • Sakit kepala yang berat
  • Kelelahan
  • Bermasalah dengan penglihatan
  • Rasa nyeri di dada
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung yang kurang teratur
  • Perdarahan di urin/kencing
  • Rasa berat di dada, leher atau telinga
Jika sahabat merasakan satu atau beberapa gejala di atas, memang sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Jika tidak pun, tidak ada salahnya bukan untuk melakukan pengecekan terhadap tekanan darah?

Penyebab Hipertensi
-          Stress
-          penyebab paling besar hipertensi tidak diketahui, sering disebut dengan hipertensi esensial.  Seperti yang disebutkan oleh Kulkarni dari Medical College of Wisconsin menyatakan sektiar 95% hipertensi adalah hipertensi esensial, dan setelah diteliti penyebab utamanya adalah stress. Stress memang bisa menaikkan tekanan darah, meskipun tidak berpengaruh terhadap hipertensi secara langsung. Namun, kondisi seperti ini, ketika berlangsung dalam waktu yang terus menerus pada akhirnya memicu tekanan darah yang tinggi secara regular.

Bagaimana mekanisme stress sehingga bisa memicu tekanan darah? Berikut teori yang yang bisa dijadika penjelasan tentang bagiamana stress bisa memicu hipertensi.
Setiap orang, pastilah memiliki beberapa jensi stressor (pemicu stress) entah dari lingkungan, masalah pribadi, pekerjaan dan lainnya yang memicu kecemasan, rasa marah dan lainnya. Respon terhadap berbagai stressor ini ternyata dipengaruhi oleh masing-masing individu. Intinya, respon terhadap stressor inilah yang kemudian mempengaruhi kondisi fisiologi tubuh. Jika respon terhadap stressor ini kemudian memicu seseorang menjadi marah maka secara fisiologis akan menaikkan tekanan darah.


Stress emosi memicu aktivasi system syaraf simpatis, yang bisa menyebabkan dilepaskannya hormone norepinefrin dari syaraf simpatis di area jantung dan pembuluh darah. Kondisi ini memicu peningkatan pemompaan volume daran dan peningkatan resistensi pembuluh darah. Selain itu juga bisa memicu peningkatan sirkulasi angiotensin Ii, aldosterone dan vasopressin yang bisa meningkatkan resistensi pembuluh darah sistemik, dan pada akhirnya meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini, jika terjadi dalam waktu yang singkat atau akut tidak terlalu berpengaruh terhadap kejadian hieprtensi. Tapi, kondisi stress dan peningkatan pembuluh darah yang kronis bisa memicu hipertensi.



-          Obesitas
Beberapa studi menunjukkan bahwa seseorang yang mempunyai kelebihan berat badan lebih dari 20% dan hiperkolesterol mempunyai risiko yang lebih besar terkena hipertensi. Setiap kenaikan 10 kg BB, tekanan darah naik 3 mmHg dan tiap penurunan berat badan 5kg menurunkan 10 mmHg tekanan systole dan 5 mmHg tekanan siastole. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun 2009, menyatakan besarnya risiko hipertensi pada kelompok obesitas meningkat 2,79 kali, gemuk 2,15 kali, dan normal 1,44 kali dibandingkan mereka yang kurus.

-          Pola Makan dan Pola Hidup
Seringkali tidak diketahui pasti penyebab utama hipertensi. Namun beberapa penelitian menyebutkan obesitas, pola makan dan pola hidup yang kurang sehat menjadi penyebabnya.  Penurunan kualitas makanan yang semakin tinggi kadar natrium dan semakin rendahnya kadar kalium yang bisa membuat darah menjadi lebih kental. Makanan dengan natrium yang tinggi sering ditemukan dalam makanan yang diawetkan, dikalengkan dan yang menggunakan MSG.  Padahal, penyeimbangnya, kalium lebih banyak kita dapatkan di sayuran dan buah. Dari penelitian Departemen Kesehatan terhadap factor gaya hidup yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah konsumsi minuman berkafein. konsumsi minuman berkafein  >1 kali/hari lebih berisiko terserang hipertensi, yaitu 1,1 kali dibanding yang minum

Hipertensi dan Stroke
Stroke adalah salah satu penyakit jantung dan pembuluh darah terbanyak dan menjadi penyebab kematian di Indonesia. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peluang 7 kali lebih besar terkena stroke, 6 kali lebih besar terkena congestive heart failure, dan 3 kali lebih besar terkena serangan jantung. Dari penelitian Firmingham juga disebutkan kejadian stroke meningkat dua kali lipat pada setiap kenaikan tensi 7,5 mm Hg diastole.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. Hipertensi bisa memicu terjadinya hal-hal penyebab stroke tersebut.

Sekitar 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis atau penyempitan pembuluh darah karena penumpukan lemak, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi. Sedangkah pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Kabar baiknya, Stroke sangat dapat dicegah dan hampir 85% dari semua stroke dapat DICEGAH!!

Pencegahan stroke ini tentunya bisa dilihat dari faktor penyebab dan juga faktor pemicunya. Salah satunya adalah mengendalikan hipertensi. 


Sudut pandang Kedokteran China
Dilihat dari sudut pandang kedokteran China, kondisi hipertensi dan juga kondisi yang sedang menyertainya seperti sakit kepala, migraine dan vertigo adalah gejala yang ditunjukkan karena aktivitas liver yang naik. Hiperaktivitas liver bisa disebabkan karena stress, emosi, makanan yang kurang baik seperti makanan berlemak, berminyak dan pedas. Aktivitas liver yang berlebihan ini pada akhirnya menyebabkan naiknya aktivitas jantung dilihat dari pathogenesis ilmu kedokteran China. Efeknya adalah meningkatknya detak jantung dan juga tekanan darah.

Holistic Solution


Melihat ada banyak factor yang mempengaruhi hipertensi, tentunya terapi yang dilakukan tidak boleh hanya melihat dari satu aspek saja. Menurut penelitian, factor gaya hidup yang terkait dengan pola makan sangat erat hubungannya dengan hipertensi.  Melihat fakta bahwa adanya hubungan antara stress dan juga hipertensi, tentu bukan hal yang harus diabaikan.

Pola Makan dan Pola Hidup
DASH diet menjadi salah satu solusi dari sisi pola makan yang menyeimbangkan kebutuhan tubuh sebagaimana mestinya. DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) diet adalah anjuran pola makan yang lebih mengutamakan proporsi konsumsi sayuran dan buah serta lemak baik. Selain itu juga dianjurkan untuk mengurangi garam atau lebh spesifik lagi makanan yang mengandung kadar natrium tinggi.
Bahan makanan yang banyak mengandung natrium sangat mudah kita jumpai. Hampir sebagian besar makanan yang diawetkan dan dikemas mengandung natrium. Karena natrium memang mudah ditemui sebagai bahan pengawet. Secara awam, bahan makanan yang tinggi kandungan natrium adalah yang terdapat komposisi MSG, garam dan natrium benzoate di dalamnya.
Efektivitas diet ini untuk menurunkan tekanan darah sudah banyak dibuktikan melalui penelitian klinis. Karena diet ini adalah mengajak kita untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, hasilnya tentu saja tidak hanya menurunkan tekanan darah, melainkan bisa mencegah osteoporosis, kanker, diabetes dan tentunya obesitas.

-          Hipnoterapi
Seperti sudah dipaparkan di atas, salah satu penyebab utama hipertensi esensial adalah stress. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan khusus. Karena setiap orang pastilah memiliki potensi untuk terappar berbagai macam sumber stress, yang membedakan adalah bagaimana sikapnya terhadap stressor tersebut. Hipnoterapi di RSH membantu sahabat untuk bisa melepaskan diri dari belenggu stressor yang dialami. Sehingga mampu untuk mengendalikan diri dan bersikap yang tepat terhadap stressor yang dihadapi. Beberapa ahli juga menyatakan utuk melakukan meditasi atau berdzikir untuk menjaga ketenangan diri dan pengendalian emosi.

Akupunktur
Berdasarkan kumpulan jurnal yang diterbitkan oleh American Journal of Hypertension menyatakan  bahwa  akupunktur bisa menurunkan tekanandarah secara signifikan. Mekanisme pasti mengapa akupunktur bisa menurunkan tekanan darah pada pasien diantaranya karena terjadi penurunan renin di plasma darah, penurunan aktivitas aldosterone dan angiotensine. Selain itu juga terjadi peningkatan pengeluaran natrium, perubahan pada kadar plasma norepinefrin, serotonin dan endorphin. Efek terapi akupunktur untuk hipertensi ini sama dengan cara kerja farmakologi atau penggunaan obat.
Baru-baru ini juga telah ditemukan mekanisme pasti mengapa akupunktur mampu menurunkan tekanan darah secara langsung sekitar 20 – 30 menit setelah dilakukan terapi akupunktur. Ternyata, dari sisi mekanisme neuroendokrin, penusukan titik-titik akupunktur tertentu pada tubuh dan kemudian distimulasi dengan menggunakan elektroakupunktur mampu memepngaruhi system syaraf khusus yang berperan dalam hipertensi. Bagian khusus di otak yang sangat besar pengaruhnya terhadap hipertensi adalah Rostral ventrolateral medulla atau sering dikenal dengan rVLM. Akupunktur, terutama elektroakupunktur ternyata mampu menghambat aktivasi sitem syaraf di area ini, menyebabkan terhambatnya
Mekanisme lain yang secara klinis telah diteliti terhadap kondisi akupunktur diantaranya:
  1. Regulasi syaraf otonom. Akupunktur mampu menghambat system syaraf simpatis, sehingga menghambat penyempitan pembuluh darah dan memicu pelebaran pembuluh darah (vasodialtasi).
  2. Teori endorphin. Elektroakupunktur mampu mempengaruhi produksi endorphin alami yang memicu penurunan tekanan darah.
  3. Teori prostaglandin. Akupunktur diduga bisa merangsang produksi prostagalandin, dan beberapa jenis prostaglandin memiliki efek vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah yang menimbulkan efek penurunan tekanan darah.
  4. Perubahan pada plasma angiotensin II. Penusukan pada titik akupunktur menyebabkan penurunan tekanan darh disertai penurunan plasma angiotensin II. Angiotensin adalah salah satu hormone yang memegang peranan penting dalam pengaturan tekanan darah bersama dengan renin.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hastrin Hositanisita, S.Gz

_____________________________
Rumah Sehat Holistik Jogja
Jalan Damai gg Sunan Muria no.5
Jaban, Ngaglik, Sleman

0878 3955 0590
0274-851 6868

www.rumahsehatholistik.com
www.akupunturjogja.blogspot.com

Selasa, 05 Maret 2013








Kursus Akupunktur Basic Khusus untuk Perawat

Memberikan jawaban kepada para petugas kesehatan akan tantangan kedokteran komplementer yang memiliki trens tersendiri saat ini. Dengan banyaknya ilmu keodkteran yang kita miliki, insya Allah membuat para petugas kesehatan menjadi lebih terbuka dan bisa memberikan solusi yang komprehensif kepada para pasien.

Training Akupunktur Basic Khusus Untuk Perawat bisa Anda jadikan salah satu solusi memahami bagaimana tubuh secara utuh dan holistik.

Kelas berlangsung selama 3 bulan. Pendalaman materi selama 1,5 bulan dan 1,5 bulan lainnya untuk praktik. Kelas dilaksanakan setiap weekend atau kahir pekan dengan durasi 1,5 jam. Investasi hanya Rp. 1.750.000..

Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut silakan menghubungi kami:

Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai Gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

0878-3966-0590/0274-851-6868

www.pondokholistikindonesia.com
facebook: www.facebook.com/rumahsehatholistik.jogja
twitter : @ akupunturjogja