Masih melanjutkan pembahasan tentang Kanker. Setelah Sahabat
mengetahui bahwa ternyata angka prevelansi tertinggi kanker di Indonesia
adalah DIY, tentu membuat Sahabat khawatir dan perlu bertindak untuk
membebaskan Jogja dari Kanker. Artikel sebelumnya (
http://www.facebook.com/notes/rumah-sehat-holistik-jogja/diy-menjadi-wilayah-dengan-prevalensi-penderita-kanker-tertinggi-di-indonesia-sa/367495229984387) dapat sahabat baca terlebih dahul sebelum membaca artikel ini.
Kanker
adalah sebuah penyakit yang cukup membuat setiap orang hampir putus
asa. Kanker bukan lagi virus atau bakteri yang bisa dengan mudah
dimatikan dengan obat-obatan. Kanker terdiri dari banyak sel-sel kanker
yang sejatinya adalah bagian dari tubuh penderita kanker. Awal dari
kanker adalah sel-sel yang sering meradang dan kemudian setelah DNA nya
rusak, berubah menjadi sel-sel kanker yang menyerang sel-sel dan
jaringan sekitarnya. Jika seseorang penderita kanker makan, maka sel-sel
kankernya pun juga ikut makan. Sel-sel kanker sangat sensitif sekali,
ketika diganggu, baik dengan operasi, kemoterapi dan radiasi, menjadi
semakin ganas. Kemudian banyak praktisi kesehatan mulai meneliti cara
penyembuhan kanker dengan menstimulasi tubuh agar mampu melawan kanker
itu sendiri. Para ahli pengobatan komplementer dan Holistik sangat
percaya bahwa Allah menciptakan tubuh ini sangat sempurna. Allah tidak
hanya sekedar menciptakan tubuh ini dengan daya tahan tubuh saja, tetapi
juga mampu beregenerasi atau memperbaiki tubuh. Asalkan tubuh kembali
seimbang, maka tubuh bisa. Tubuh lebih cerdas daripada yang kita kira.
Terdapat
lebih dari 100 tipe kanker, termasuk kanker payudara, kanker kulit,
kanker paru-paru, kanker usus, kanker prostat dan lymphoma (kanker
limfa/getah bening). Wanita lebih banyak menderita kanker dibandingkan
pria. Penelitian yang ada saat ini memberikan pernyataan bahwa hal ini
kemungkinan terjadi karena kondisi hormonal pada wanita cenderung
fluktuatif. Dari sekian banyak kanker yang sering dialami wanita,
termasuk kanker payudara, kanker tiroid dan mulut rahim. Di DIY, angka
prevelansi kanker yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2007
mencapai 9,6 orang per 1.000 orang. Angka tersebut adalah yang paling
tinggi di Indonesia sehingga cukup membuat was-was warga DIY.
Kanker
payudara contohnya, sel kanker yang tumbuh pada kelenjar dan saluran
susu, dapat menyebar ke area-area lainnya. Survey dari banyak kasus yang
ditemui, biasanya 2/3 dari penderita kanker payudara berusia lebih dari
50 tahun, dan sepertiga sisanya dialami oleh wanita berusia 39-49
tahun. Kami di RSH bahkan menemukan pasien kami menderita kanker
payudara yang berusia 20 tahun. Ada juga yang menderita kanker kolon
dengan usia 16 tahun. Bagi mereka yang kanker payudaranya dapat
dideteksi lebih dini, kemudian diberikan pengobatan konvensional,
mempunyai harapan hidup setidaknya 90% bisa hidup hingga 5 tahun lagi,
70% bisa hidup lebih dari 5 tahun dan 50% bisa hidup lebih dari 10
tahun.
Kanker payudara biasanya dimulai dari keberadaan
sebuah benjolan kecil di payudara, bisa berupa tumor yang mempunyai
batas jelas ataupun tumpukan kalsium dan kemudian hari menyebar ke
saluran-saluran di dalam dada sampai ke nodus limfa atau melalui aliran
darah ke organ lain. Tumor dapat tumbuh dan menyerang jaringan sekitar
dada, seperti kulit, dinding dada atau paru-paru. Banyak tipe kanker
payudara memiliki kecepatan tumbuh dan penyebaran yang berbeda. Beberapa
jenis butuh waktu hingga bertahun-tahun untuk menyebar, sebagian lagi
sangat cepat bahkan terhitung bulan.
Untuk mengurang resiko terjadinya kanker, Sahabat dapat melakukan berbagai cara, antara lain:
- Menghindari terapi hormon estrogen/ progrestin
- menghindari terpapar rokok dan merokok
- mengurangi paparan radiasi, termasuk CT Scan, Rontgen dan MRI
- mengurangi konsumsi makanan/ minuman yang membebani kinerja Liver
- Menjaga berat dan bentuk badan yang ideal.
- Olahraga rutin
Kista
ovarium, berasal dari kantung yang terbentuk di indung telur rahim
seorang wanita pada saat ovulasi. Kantung ini menyimpan sel telur yang
sudah matang. Bila berfungsi normal, kantung ini akan melebur setelah
sel telur dilepaskan. Pada kejadian yang nantinya berkembang menjadi
kista ovarium, kantung ini tidak melepaskan sel telur, atau kembali
menutup setelah melepaskan sel telur, dan kemudian terisi dengan cairan.
Kista
ovarium berbeda dengan pembesar rahim akibat pertumbuhan kanker.
Kebanyakan dari kista tidak terasa tanda-tandanya, tidak memberikan
gejala apapun. Bila sebuah kista berkembang menjadi besar, ia bisa
menekan, melintir dan berdarah sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar
biasa.
Ciri-ciri seseorang mengalami kista, jika gejalanya muncul:
- Rasa sakit atau nyeri perut di bagian bawah, dan ini biasanya terjadi di tengah-tengah siklus menstruasi
- Siklus menstruasi berubah, bisa lebih cepat atau lebih lama
- Pendarahan di area genital pada saat tidak sedang mengalami menstruasi
- Kemandulan
Beberapa kista dapat terpelintir, terbuka dan mengalami pendarahan, gejala ini menimbulka
n:
- Rasa sakit yang parah dan tiba-tiba, sering juga diikuti dengan rasa mual dan muntah
- rasa sakit pada saat atau setelah berhubungan suami-istri
Dr. Herbert Spencer dari Universitas Harvard jurusan Kedokteran pernah mengatakan bahwa
"Akal mempengaruhi tubuh."
Jauh sebelumnya kalangan medis masih memandang skeptis pengobatan yang
berbasis kesatuan pikiran dan tubuh dalam menunjang eksistensi
kesehatan, atau dalam hal ini disebut sebagai KESEHATAN HOLISTIK.
Perdebatan mengenai hal ini terus berlangsung, namun di waktu yang sama
benang merah yang mendukung keberadaan pikiran dan tubuh juga
bermunculan. Jurnal-jurnal yang terbit di dunia kedokteran
membuktikannya sendiri. Padahal sebelumnya dunia kedokteran konvensional
menyangkal berbagai kesehatan dari timur yang lebih dahulu
menemukannya. Kemudian muncullah sebuah cabang ilmu Kedokteran yang
dinamai
Psycho-Neuro-Immunology, yang mempelajari interaksi
antara faktor psikologi, sistem syaraf pusat dan fungsi imunitas
sebagaimana diatur oleh sistem neuro endokrin manusia. Ilmu tersebut
banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang membenarkan bahwa
ketidakseimbangan emosi dapat berujung kepada terbentuknya tumor dan
kanker.
Sebuah artikel dari
European Journal of Cancer
memberikan salah satu contoh dukungan terhadap keberadaan hubungan
antara emosi stress dan menurunnnya pengaturan sistem kekebalan tubuh.
Dalam jurnal tersebut, ditemukan bahwa depresi dapat menekan pembentukan
sel-T yang bertugas menghancurkan sel-sel yang rusak dan tidak dapat
diperbaiki. Ketika sel-T terhambat pembentukannya, membuat sel-sel tubuh
yang rusak menjadi tetap terpakai kemudian menjadi kanker. Oleh karena
itu mereka menyimpulkan bahwa
“faktor psikologi dan pola
hidup dapat mempengaruhi terjadinya atau tumbuhnya kanker melalui
perannya terhadap fungsi kekebalan tubuh dan jalur psikologis lainnya."
Dukungan
sebuah pendapat terhadap keberadaan hubungan antara emosi dan kanker
juga datang dari praktisi kesehatan konvensional yang cukup
kontroversial, seorang dokter dari Jerman bernama Ryke Geerd Hamer.
Dokter Hamer menerbitkan temuannya yang ia namakan
“Shock-Conflict” sebagai penyebab kanker dan penyakit kronis lainya.
Dokter
Hamer menyatakan bahwa Kanker berakar dari penyebab faktor
emosional-psikis yang dibiarkan tetap ada tanpa diselesaikan dalam kurun
waktu yang lama, dan bahwa penyembuhan emosi dan merilekskan bawah
sadar adalah treatment kanker yang terbaik. Menurut pengamatan dokter Hamer, tubuh akan dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari kanker jika:
- Sang
pasien diberikan terapi dan dukungan untuk bisa memprogram ulang
bawah sadar dan melepaskan efek berbahaya dari Shock-Konflik di
tubuhnya.
- Tubuh pasien tidak diintervensi dengan
treatment medis (operasi, radiasi dan kemoterapi) yang berlebihan.
Pandangan yang berani ini didasarkan bahwa banyak perawatan yang
diberikan oleh dokter onkologi mengganggu sistem penyembuhan
alamiah dan memperparah penyebab emosional dari kanker dengan
meningkatkan rasa takut dan ketidakberdayaan.
Dokter
Hamer dituntut dikarenakan pernyataannya yang terakhir tersebut. Di
dalam pengadilan yang diselenggarakan di Wiener Neustadt, Austria,
Dokter Hamer dapat bebas dari tuntutan karena pernyataan Dokter Hamer
didukung oleh fakta dari metodenya yang telah berhasil memberikan
harapan hidup 6.000 pasien dari 6.500 pasien kanker yang gawat, menjadi
lebih dari 4-5 tahun (setelah terapi). Bukti keberhasilan 90% pasien ini
menjadi sebuah penemuan terapi kanker yang jarang didengar dalam
kalangan kedokteran konvensional.
Masih menurut Dokter Hamer, ketika seseorang menderita trauma atau yang disebut sebagai
SHOCK-CONFLICT,
area tertentu dari otak manusia menderita lesi/ luka. Luka ini lah yang
kemudian mengganggu keseimbangan (homeostasis) tubuh, terutama hormon.
Sehingga menyebabkan tumbuh kanker di dalam tubuh. Dokter Hamer dapat
menunjukkannya dengan tepat dari hasil CT Scan pada pasien-pasiennya.
Bagian otak yang lesi/ luka terlihat seperti riak yang terkonsentrasi,
seolah-olah riak pada air yang tenang akibat kejatuhan batu.
Menurut Dokter Hamer, perkembangan kanker mengikuti aturan berupa:
- Setiap kanker dan penyakit yang berhubungan selalu diawali dengan pengalaman Shock-Conflict yang serius,
dramatik-akut dan disimpan atau ditahan. Sehingga secara bersamaan
menimbulkan masalah pada tiga tingkatan, yaitu Psikis, Otak dan
Organ.
- Setiap tema konflik psikologis yang dialami menandakan area di otak yang luka dan juga lokasi kanker pada organ.
- Jalur konflik psikis berkorelasi dengan perkembangan lesi di otak dan jalur perkembangan kanker di organ.
Secara
TCM (Traditional Chinese Medicine) sudah beribu tahun yang lalu sudah
membahas hubungan antara masalah psikis dengan masalah organ. Dokter
Hamer telah berhasil menemukan buktinya yang berharga dari penyakit
kanker yang ditelitinya dari ribuan pasien. Dokter Hamer juga mengamati
bahwa sebenarnya hampir semua gejala inflamasi/ peradangan (yang kurang
nyaman) adalah bagian tahap penyembuhan kanker dari ribuan pasiennya.
Oleh karena itu Dokter Hamer membantu pasien-pasiennya dalam mengelola
inflamasi dan menyelesaikan masalah emosional/ psikis berdasarkan letak
lesi di otak.
Setelah pasien-pasien tersebut diterapi
masalah psikisnya yang spesifik, ternyata muncul perubahan yang positif
pada lesi di otak dan organ yang menderita kanker. Dari hari ke hari,
pasien-pasien tersebut semakin baik. Karakteristik lesi yang muncul
menghilang dan digantikan dengan edema di area tersebut. Bagi Dokter
Hamer ini adalah pertanda bahwa tanda penyembuhan yang positif.
Bagaimanapun juga mekanisme penyembuhan diri akan membuang kanker dengan
cara
diasimilasi, dikeluarkan atau dikarantina (dikapsulisasi). Lalu jaringan yang normal tumbuh kembali di bagian yang terkena kanker.
Dokter
Hamer sangat merekomendasikan terapi keseimbangan energi yang juga
terdapat di TCM, seperti Akupunktur. Karena ketika seseorang terapi
Akupunktur, terjadi komunikasi dan pemahaman yang menyeluruh terhadap
tubuhnya. Energi/ Qi yang diseimbangkan dengan akupunktur dapat
menstimulasi dan membantu tubuh menyembuhkan diri sendiri. Apa lagi
Akupunktur sangat sesuai dengan pernyataan Dokter Hamer.
Berikut adalah tipe kanker dan Shock-Conflict yang menyebabkannya:
1. Kanker Tiroid
Kanker
Tiroid disebabkan karena seseorang merasa tidak berdaya untuk
mengekspresikan perasaannya. Sehingga berbagai perasaan kerap kali
ditahan dan seolah-olah emosi tersebut ditahan di area jakun (tiroid).
Sahabat dapat menanyakan kepada yang menderita kanker tiroid, apakah ia
sering menahan emosinya di area sekitar jakun.
2. Kanker Paru-paru
Kanker
Paru-paru disebabkan oleh kesedihan yang terus menerus atau depresi.
Seseorang yang sedih terus menerus membuat organ paru-paru terluka
energi dan fungsinya. Terkadang juga disebabkan oleh seseorang merasa
sudah memberikan semua kemampuannya, tetapi apa yang diterimanya kurang
sesuai dengan apa yang diharapkan.
3. Kanker Kelenjar Limfa
Kanker
Kelenjar Limfa membuat daya tahan tubuh seseorang benar-benar menurun.
Limfa yang berperan penting dalam memerangi virus dan bakteri menjadi
lemah. Shock-Conflict yang menyebabkannya adalah berupa pikiran negatif
yang dipelihara. Sehingga apapun yang terjadi pada dirinya selalu
disikapi negatif hingga dirinya merasa tidak berharga.
4. Kanker Payudara
Kanker
Payudara diakibatkan oleh seseorang yang mempunyai masalah perpisahan
dengan orang yang dicintainya, baik suami/istri, saudara, sahabat atau
orang tua. Shock-conflict yang menyertainya juga sering disebabkan
karena amanah atau cintanya dihianati, seperti karena suaminya
berselingkuh atau didurhakai putra/putrinya.
5. Kanker Lambung
Kanker
Lambung disebabkan karena berbagai emosi negatif menjadi satu dan
disimpan terlalu lama. Tumpukan berbagai emosi negatif ini membuat
energi lambung menjadi panas, sehingga muncul penyakit maag atau radang
lambung. Mulut menjadi sering sariawan dan muncul bau tak sedap walau
sudah sikat gigi berkali-kali. Maag atau radang lambung yang hanya
diatasi secara simptomatik (gejala) saja pada akhirnya dapat berkembang
menjadi kanker lambung.
6. Kanker Pankreas
Kecemasan
yang berlebihan akibat masalah keluarga, baik berupa perselisihan antar
keluarga atau masalah waris dapat menyebabkan kanker pankreas. Tidak
hanya kecemasan saja, tetapi juga trauma yang disebabkan berhubungan
dekat dengan orang lain juga menyebabkan hati menjadi kekurangan emosi
positif yang mendukung kesehatan.
7. Kanker Liver
Sebagian
orang mengartikan menahan marah berarti menyimpan marah untuk jangka
waktu yang lama. Padahal yang dimaksud adalah mengendalikan marah dan
memaafkan. Perbuatan memaafkan adalah perbuatan yang mulia. Sikap
memaafkan adalah perbuatan yang paling dibutuhkan oleh setiap orang agar
hati terbebas dari emosi negatif marah. Marah yang ditekan sampai ke
dalam hati membuat liver menjadi sangat panas sekali. Sehingga muncullah
kanker liver. Emosi lain yang menyebabkan kanker liver adalah frustasi
yang terus menerus dan berkepanjangan serta ketakutan untuk jatuh
kelaparan.
8. Kanker Usus
Kanker
Usus biasanya diderita oleh orang yang mempunyai Shock-Conflict berupa
sikap yang kaku dan ketidakmampuan untuk beradaptasi. Sering juga
diakibatkan oleh seseorang yang tidak mampu mengikhlaskan apa yang sudah
terjadi, sehingga muncul marah yang tertahan atau suka marah.
9. Kanker Rahim
Kanker
Rahim sangat erat kaitannya dengan pelecehan seksual dan konflik
seksual. Pada orang yang tidak pernah bermasalah dengan pelecehan
seksual, lebih sering diakibatkan akibat dihianati oleh orang lain.
10. Kanker Serviks
Penyebab kanker serviks hampir sama dengan kanker rahim, namun disertai frustasi yang sudah parah.
11. Kanker Tulang
Kanker
Tulang diakibatkan karena seseorang kurang memberikan penghargaan
terhadap diri sendiri serta minder. Sehingga dirinya menjadi lemah
kemauannya atau terlalu kuat kemauannya.
12. Melanoma/ Kanker Kulit
Seseorang
yang merasa dilanggar haknya, najis dan kehilangan integritas dalam
hidupnya menjadi hidup diluar cara hidup yang alami. Sehingga selalu
menyalahkan orang lain akibat apa yang telah terjadi pada dirinya.
Kemudian dirinya selalu berpikir untuk hidup berbeda dengan orang lain.
Sahabat yang dirahmati oleh Allah, Terapi Kanker dan Kista tanpa operasi di RSH terdiri dari:
Pendampingan
Spiritual sangat dibutuhkan oleh Sahabat yang sedang menderita kanker.
Oleh karena itu Ust. Nurcholis dan Ust. Hadi dari Nurul Ilmi insyaAllah
siap untuk membantu memberikan pendampingan spiritual untuk membina
Sahabat agar memperbaiki ibadah, akhlaq dan aqidah. Seseorang yang lebih
dekat kepada Allah lebih cepat sembuh dan siap menghadapi apapun yang
terjadi.
Seperti
yang sudah dijelaskan oleh Dokter Hamer bahwa Shock Conflict atau
masalah psikis menyebabkan kerusakan lokasi tertentu pada Otak. Ketika
area tertentu rusak, keseimbangan hormonal tubuh terganggu. Tubuh sangat
sensitif terhadap jumlah atau kadar hormon di dalam darah. Sedikit saja
berlebih atau kurang, maka berbagai fungsi tubuh menjadi cacat atau tak
berfungsi sama sekali. Inilah yang menyebabkan berbagai penyakit,
termasuk kanker. Untuk mengatasi masalah psikis, kami menggunakan
psychotherapy dengan Hypnotherapy, Ego State Therapy dan berbagai terapi
psikis holistik lainnya.
Setelah
level Psikis dan Spiritual bermasalah, organ pun menjadi bermasalah.
Kanker adalah penyakit fisik yang berakar pada spiritual dan psikis,
namun ketika sudah mencapai level fisik, sebaiknya juga diterapi dengan
akupunktur. Dokter Hamer lebih menganjurkan terapi fisik yang
berdasarkan keseimbangan energi organ. Karena dengan keseimbangan energi
organ, menstimulasi sistem daya tahan tubuh alami manusia. Terapi fisik
menggunakan akupunktur, herbal dan gizi yang sehat anti kanker.
Untuk
Info lebih lanjut tentang Paket Terapi Kanker Holistik, sahabat dapat
menghubungi RSH. Kami juga menyediakan layanan Paket Terapi Kanker Tanpa
Operasi secara Home Care
.
Pondok Holistik Indonesia
Jl Sunan Muria 5, Jaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.
0274-851-6868
0878-3966-0590