Sabtu, 06 April 2013


Beberapa pasien yang dating ke kami di Pondok Holistik Indonesia (PHI) sering stress, takut, was-was dan cemas setiap kali menjelang haid. Agak berelebihan memang, tetapi kondisi tersebut menjadi wajar karena kelompok wanita ini memang memiliki satu keluhan yang sama. Yaitu nyeri haid atau dismenorrhea. Mungkin memang tidak terbayang bagaimana sakitnya, saking sakitnya tidak sedikit juga yang ketika rasa sakit itu muncul sampai jatuh pingsan. Dari sebuah data ditemukan bahwa sekitar 25-50% wanita dewasa dan sekitar 75% remaja pernah mengalami nyeri haid.
Pertanyaan yang kemudian muncul, ada banyak juga wanita yang bahkan tidak mengalami masalah sama sekali ketika haid. Jadi, apakah nyeri haid itu normal atau memang sebuah penyakit? Karena, jika kondisi ini dibiarkan terus ternyata juga bisa menurunkan kualitas hidup dan efektivitas kerja. Karena banyak juga sahabat RSH yang mengeluhkan sampai izin bekerja, sekolah ataupun kuliah dan aktivitas lainnya ketika nyeri haid ini muncul.

Apa sebenarnya Dismenorrhea?
Dismenorrhea, adalah rasa sakit atau nyeri yang dirasakan sebelum, selama atau sesudah haid. Rasa nyeri ini tidak hanya di rasakan di bagian bawah pelvis atau bagian bawah pusar tetapi juga bisa dirasakan sampai ke belakang pinggang. Bahkan ada sebagian yang mengalami mual, muntah, lemas dan diare ketika dismenor.

Penyebab Dismenorrhea
Nyeri haid yang dirasakan bisa disebabkan oleh banyak hal. Nyeri haid ini sering dibagi menjadi dua jenis. Sering disebut dismenor primer dan sekunder. Dismenor primer sering dialami ketika memasuki masa pertama haid atau menarche pada masa pubertas. Dismenor primer bisa terjadi pada sekitar 50% wanita pada masa pubertas.

Dismenor primer seringkali tidak ada hubungannya dengan kelainan atau penyakit di area pelvis. Kondisi ini disebabkan karena peranan prostaglandin, suatu hormone yang memicu terjadinya kontraksi pada otot rahim sehingga memicu pelepasan lapisan endometrium (jaringan rahim yang keluar ketika haid). Kenaikan kadar prostaglandin ini seringkali ditemui pada wanita yang mengalami nyeri haid. Semakin tinggi kadar prostaglandin, semakin tinggi pula derajad nyeri haid yang dirasakan. Beberapa penelitian juga menunjukkan pola makan yang kurang serat, rendah lemak baik, konsumsi kopi sebagai pemicu munculnya nyeri haid. Stress fisik dan emosi serta obesitas  juga berhubungan dengan dismneor.

Dismenor tipe kedua atau sekunder seringkali dirasakan wanita usia sekitar 30 – 45 tahun. Dismenor jenis ini lebih disebabkan adanya beberapa masalah kesehatan di are reproduksi wanita. Diantaranya adalah endometriosis, Pelvic inflammatory disease, kista ovarium, tumor ovarium, fibroid, polip rahim dan lainnya. Penyebab paling utama nyeri haid untuk tipe kedua ini adalah endometriosis. Berdasarkan beberapa penelitian, prevalensinya terjadi pada 60-76% wanita dewasa dan 96% pada remaja.

Penyebab utama dismenor tipe kedua ini tentu saja berbeda jika dilihat dari banyaknya sebab atau jenis penyakit. Namun, gangguan hormonal seringkali menjadi penyebab munculnya kista, tumor ovarium dan juga endometriosis. Gangguan hormonal bisa disebabkan karena diet dan juga stress fisik dan emosional.
Menurut ilmu kedokteran China, ada beberapa factor penyebab nyeri haid. Diantaranya adalah stagnasi atau terhentinya Qi  dan darah tubuh. Selain itu juga bisa disebabkan ketidakharmonisan organ liver dan ginjal.  Hal ini lebih disebabkan oleh pola makan, pola pikir dan lingkungan. Makanan berminyak, berlemak, pedas, makanan terlalu panas maupun dingin serta emosi sering dongkol dan marah yang terpendam bisa menjadi pemicunya.

Nyeri selamanya?
Lalu, apakah mereka yang mengalami nyeri haid harus menanggung sakit tersebut sampai menopause? Tentu tidak! Dismenor primer seringkali mencapai masa puncaknya pada usia 20 tahunan. Kejadiannya menurun dengan semakin bertambahnya usia dan paritas atau kelahiran. Namun, untuk dismenor tipa sekunder, tentu membutuhkan penanganan lebih lanjut, apalagi jika erat hubungannya dengan adanya penyakit tertentu.

Bisakah Disembuhkan? 


Dalam ilmu kedokteran konvensional, obat yang digunakan untuk mengurangi nyeri hai adalah golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Disease), berfungsi memblok produksi prostaglandin. Seperti dijelaskan sebelumnya, penyebab kontraksi seringkali dipicu oleh kadar prostaglandin yang meningkat. Kadar prostaglandin ini sering berhubungan dengan pola makan. Makanan yang berasal dari produk susu dan daging mengandung banyak asam lemak arachidonat, yang memicu terbentuknya prostaglandin. Selain itu makanan tinggi garam, seperti makanan mengandung MSG baiknya juga dihindari karena meningkatkan retensi cairan tubuh. Makanan mengandung banyak gula sederhana seperti gula pasir, tepung terigu (kue basah, cake, biscuit) baiknya juga dihindari.
Untuk dismenor tipe sekunder, penanganan yang dilakukan tentu berbeda, sesuai dengan jenis penyakit yang menyertainya. Tindakan operasi dan obat berisi hormone seringkali diberikan sebagai solusi untuk dismenor tipe sekunder ini.
Solusi lain yang ternyata lebih murah dan efektif adalah dengan akupuntur. Untuk jenis dismenor primer, akupuntur menjadi sangat efektif bagi kesembuhan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman dengan melibatkan 649 responden menyatakan bahwa akupuntur sangat efektif ntuk mengurangi rasa sakit ketika haid secara signifikan selama masa percobaan sekitar 3 bulan pertama. Dalam penelitian lain juga menyatakan abhwa efektivitas akupuntur untuk mengurangi nyeri haid adalah sekitar 80%. Dalam sebuah studi yang dilakukan di Gynecology Clinic of the Kaiser-Permanente Medical Center in Oakland, California menunjukkan hasil efektivitas akupuntur untuk mengurangi rasa sakit karena dismenor sekitar 90.9%.

Mengapa akupuntur, yang secara kasat mata hanya menusukkan jarum bisa menyembuhkan sebuah penyakit? Penelitian ilmiah juga telah menyatakan bahwa akupuntur menstimulasi produksi endorfn, menghambat transmisi sinyal rasa sakit, dan meningkatkan hormone adrenocorticotropic. Akupunktur juga terbukti meningkatkan level nitrit oksida yang berfungsi untuk merilekskan otot sehingga menghambat kontraksi uterus atau rahim.
So, jika memang sahabat ada keluhan nyeri haid yang berkepanjangan, memang tidak perlu lagi ragu untuk melakukan akupuntur. Karena memang terapi ini sangat efektif berdasarkan berbagai hasil penelitian klinis yang telah dilakukan.

Bagi sahabat yang memang mengalami nyeri haid seperti ini boleh konsultasi dengan kami, di Rumah Sehat Holistik. Insya Allah, dengan perubahan pola hidup, pola makan, herbal dant terpai akupunktur, kualitas hidup kita jauh lebih baik lagi dengan terbebas dari nyeri haid. Karena haid adalah suatu fithrah seorang wanita, jadi alangkah baik jika itu bisa kita nikmati, tentunya tanpa merasakan sakit ketika haid menjelang.


Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai Gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

informasi dan reservasi
0878 3966 0590
0274-851 6868

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar