Sabtu, 30 Maret 2013




Amandel adalah bahasa awam yang sering digunakan untuk menyebut istilah penyakit peradangan pada tonsil atau tonsilitis. Tonsil, adalah organ yang terletak di bagian belakang tenggorokan, berjumlah dua dan tersusun dari jaringan limfa. Kasus amandel atau tonsilitis pada anak memang sangat sering terjadi. Karena pada usia 3-7 tahun, organ ini memang sedang dalam kondisi yang paling aktif. Kondisi tonsilitis pada anak yang kronis maupun akut, tentunya membuat orang tua cemas. Karena penangannya kadangkala kurang tuntas bahkan opsi untuk diangkat atau dioperasi juga tidak mudah.

Apa itu tonsil
Organ yang lumayan kecil ini diciptakan Allah dengan manfaat dan fungsi yang luar biasa bagi tubuh. Dua fungsi utama tonsil adalah untuk memproduksi zat kekebalan tubuh. Selain itu juga berfungsi sebagai detektor jika ada kuman baik bak bakteri maupun virus yang akan masuk ke dalam tubuh. Jadi, tonsil bekerja ibarat benteng pertahanan utama manusia akan adanya serangan kuman dari luar. Bisa dibayangkan jika kerja tonsil berkurang atau bahkan hilang. Bisa jadi tubuh anak menjadi kewalahan dalam melawan kuman, akibatnya menjadi lebih sering sakit, jika kekebalan tubuh yang lain pun tidak berfungsi dengan baik.

Gejala Tonsilitis
Gejala tonsillitis yang utama adalah adanya pembengkakan dan pembesaran organ, bahkan bisa sampai menutup jalur pernapasan. Gejala lain yang seringkali dialami daintaranya sakit tenggorokan, tonsil berwarna kemerahan, ada selaput putih atau kuning di tonsil, luka atau blister di tenggorokan, suara serak bahkan hilang, sakit kepala, kurang nafsu makan, sakit telinga, demam, pembengkakan jaringan di leher, kesulitan menelan atau bernapas. Pada anak-anak bisa juga ditandai dengan mual dan muntah.

Racun dalam Tubuh Biang Keladinya
Jika memang tonsil bekerja sebagai sistem pertahanan tubuh, lalu mengapa tonsil bisa menjadi bengkak dan malah kurang bisa bekerja optimal yang berakibat pada kondisi anak yang sering sakit. Penyebab utamanya karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh, sehingga sel darah putih tidak lagi cukup kuat untuk bisa mendetekasi adanya mikroogranisme. Menurunnya kekebalan tubuh bisa disebabkan banyaknya tumpukan racun dalam tubuh . Akibatnya, tonsil cenderung melebarkan ‘tubuhnya’ atau terjadi inflamasi untuk mengaktifkan sel darah putih. Penyebab dari menumpuknya racun diantaranya adalah konstipasi atau sembelit. Konstipasi yang lama bisa menyebabkan banyaknya tumpukan racun dalam tubuh. Penyebab sembelit adalah terlalu banyak makanan manis buatan, karbohidrat dan tentunya sedikit serat.
Jadi, tonsilitis bisa disebabkan karena asupan makanan yang kurang berkualitas. Sebaiknya, sahabat cek putera-puteri sahabat yang menderita tonsilitis. Apakah sering mengkonsumsi permen, minuman kemasan, cokelat, biskuit, kue dan jarang mengkonsumsi sayuran, buah dan air putih.
Solusi
Terapi konvensional yang sering diberikan pada kondisi tonsillitis adalah pemberian antibiotik, antivirus dan juga anti-inflamasi. Bahkan tidak jarang dilakukan pengangkatan atau operasi untuk tonsil atau tonsilitis. Tentunya, opsi ini akan sangat dihindari oleh para orangtua. Mengingat banyaknya fungsi dari si tonsil ini.

Lalu apa solusi selain obat dan juga operasi?
  1. Diet
Sudah disinggung sebelumnya peran diet atau pola makan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan juga berfungsinya organ-organ dengan baik. Tentunya menghindari makanan dengan pemanis buatan maupun pemanis alami dengan sifat gula sederhana menjadi sangat baik. Contohnya, permen, minuman kemasan, cokelat, es krim, makanan dengan banyak tambahan perasa dan pewarna.
Jika harus menghindari makanan tersebut, menjadi lebih baik jika makanan diganti dengan memperbanyak sayuran dan buah serta kacang-kacangan. Contohnya labu siam, wortel, melon, semangka, kacang hijau, jeruk, brokoli, bayam, lemon dan ketimun. Selain itu, untuk mengurangi rasa panas dan bengkak juga sebaiknya banyak minum ait putih dengan suhu ruangan.
  1. Istirahat cukup
Istirahat yang cukup sangat baik untuk membantu meregenerasi dan mengembalikan fungsi dan kerja tubuh menjadi optimal kembali.
  1. Akupunktur dan herbal
Terapi lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi herbal yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau imunomodulator dan sebagai antiperadangan atau antiinflamasi. Sahabat, boleh mengguankan herbal seperti Nutriffa yang mengandung ekstrak rosella dan daun meniran serta v-natur yang berfungsi sebagai antiperadangan.
Selain itu, terapi akupunktur ternyata juga sangat efektif untuk menuntaskan amandel. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh WHO, salah satu penyakit yang bisa dituntaskan dengan baik menggunakan metode akupunktur adalah tonsillitis atau amandel.
Bagaimana dengan ana-anak? Alhamdulillah di Pondok Holistik Indonesia, sudah menyediakan terapi akupunktur tanpa jarum untuk anak. Efektivitas akupunktur tanpa jarum di PHI untuk kondisi tonsilitis sekitar 95%. Rata-rata tonsil mengecil setelah terapi kedua sampai ketiga.

Untuk informasi lebih lanjut sahabat boleh langsung mennghubungi kami.

Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

no telp: 0878.3966.0590 - 0274.851.6868

www.facebook.com/rumahsehatholistik.jogja

 

Tagged: , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar