Jumat, 22 Maret 2013


Dalam beberapa waktu terakhir,  PHI beberapa kali mendapatkan pasien dengan keluhan fertilitas. Menurut WHO, sepasang suami isteri dikatakan kurang fertile atau kurang subur jika belum memiliki keturunan setelah selama satu tahun dengan syarat berhubungan seksual yang aktif dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kondisi kurang subur tidak hanya diderita oleh wanita. Selama ini seringkali wanita yang disalahkan ketika pasangan belum memiliki keturunan dalam waktu yang lama. Baiknya memang suami dan isteri memeriksakan kondisi kesehatan reproduksinya secara detail. Padahal  menurut WHO, factor ketidaksuburan pria dalam hal sulitnya memperoleh keturunan sekitar 50%. Dan memang, beberapa kasus di PHI menunjukkan bahwa ada kondisi tertentu pada suami yang menjadi penyebab terjadinya infertilitas. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan infertiltias. Dan menurut beberapa data, penyebab utamanya ada pada kualitas sperma.

Kelainan fungsi, bentuk dan jumlah sperma (The OAT Syndrome)

 

Menurut WHO sperma yang sehat bisa dilihat dari indicator berikut:
Kondisi kelainan bentuk, jenis dan jumlah sperma yang kurang dari normal bisa dibedakan menjadi:
-     Oligozoospermia (< 20 million spermatozoa/mL) atau penurunan jumlah sperma
-     Astenozoospermia (< 50% motile spermatozoa) atau penurunan pergerakan sperma
-     Teratozoospermia (< 14% normal forms) atau kelainan bentuk sperma
-     Azoospermia  (< 1 million spermatozoa/mL) atau kondisi ekstrim dari OAT syndrome
Kelainan bentuk, pergerakan dan jumlah ini sering disingkat dengan OAT (oligo-asteno-teratozoospermia) syndrome. Penyebab infertilitas karena OAT syndrome menempati urutan teratas dari penelitian yang dilakukan pada 7.057 pria yaitu sekitar 75,1%.

Efek Kualitas Sperma dan Perkembangan Janin
Kelainan bentuk, fungsi dan pergerakan sperma tidak hanya mempengaruhi mudah atau tidaknya pasangan memiliki keturunan. Lebih dari itu, kualitas sperma juga mempengaruhi kualitas keturunan atau janin yang dilahirkan. Mulai dari pertumbuhan sel telur yang dibuahi, implantasi atau penanaman sel telur di rahim, dan yang paling penting, perkembangan janin itu sendiri. Bahkan kondisi keguguran pun juga bisa disebabkan kualitas sperma yang kurang baik.

Dari salah satu penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstetric dan Gynecologi tahun 2003 menemukan bahwa adanya kelainan kromosom sperma pada wasangan yang sering mengalami keguguran sekitar dua kali. Kondisi ini bisa berkurang dengan perbaikan morfologi sperma. Penelitian lain yang dilakuakan di Guzngzhou, China juga menyimpulkan bahwa kualias semen yang kurang baik berhubungan dengan kejadian keguguran yang berulang.

Factor-faktor yang Mempengaruhi Kelainan Bentuk dan Fungsi Sperma

Diet

Berdasarkan penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Human Reproduction tahun 2007 menyatakan, kualitas sperma ternyata sudah dipengaruhi sejak dalam kandungan. Dalam penelitian tersebut, ibu hamil yang mengkonsumsi daging sapi  >7 porsi sepekan (1 porsi sekitar 40 gr), berpotensi melahirkan anak yang julah sperma nya lebih rendah 24.3% dibandingkan yang mengkonsumsi daging lebih sedikit.

Banyaknya hewan ternak yang diberi tambahan hormone (disebut xenobiotic) terutama estrogen sintetis atau xenoestrogen diindikasikan menjadi penyebab berkurangnya kualitas sperma pria. Karena xenoesterogen memiliki sifat lipophilic atau terikat dengan lemak sangat kuat. Sehingga makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan susu berpotensi mengandung zat ini lebih tinggi. Efeknya, terjadi kekacauan hormonal di dalam tubuh.

Namun, kandungan estrogen didalam tumbuhan atau yang disebut phytoestrogen ternyata tidak terbukti mempengaruhi kualitas sperma laki-laki. Phytoestrogen banyak terdapat pada kedelai dan produk turunannya.

Dalam penelitian yang dilakukan Mendiola et al tahun 2009 yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility, menunjukkan asupan makanan yang banyak mengandung lemak seperti produk susu dan turunannya serta daging olahan berdampak pada berkurangnya kualitas semen (jumlah, pergerakan dan bentuk sperma). Sedangkan pada responden penelitian yang banyak mengkonsumsi makanan seperti tomat, lettuce, susu skim, seafood dan buah-buahan memiliki kualitas semen yang lebih baik.

Penelitian dari University ofAuckland di New Zealand tahun 2011 mengestimasikan sekiat 80% kodnisi subfertile (sedikit kurang subur) bisa dihubungkan dengan kerusakan sperma yang disebabkan stress oxidative.

Gaya hidup
-       Merokok
Pada 11 penelitian yang dilakukan pada perokok, ditemukan kepadatan dan pergerakan sperma lebih rendah 22%.
-       Stress
Penelitian tahun 2011 yang dimuat dalam jurnal Fertility dan Sterility menyatakan bahwa kondisi stress psikologi mempengaruhi kualitas sperma.

Sudut pandang TCM
Menurut artikel dalam Journal of Chinese Medicine tahun 1997 pnenyebab utama abnormalitas sperma adalah kelemahan Yang Ginjal atau Yin Ginjal, atau kelemahan organ ginjal yang mempengaruhi liver dan limpa dan memicu pada penumpukan qi dan darah sehingga memicu pelepasan lembab panas. Penyebabnya diantaranya makanan yang berlemak, emosi negatif seperti marah, stress berkepanjangan, konsums kopi berlebih, istirahat kurang bahkan makanan pedas,

Solusi

Diet

Jika penyebab banyaknya keiianan bentuk, jumlah dan kelainan sperma adalah pola makan. Maka solusi terbaik adalah dengan merubah pola makan. Pola makan yang baik untuk memperbaiki kualitas sperma:

1)      Jenis lemak
 Lemak trans juga berpengaruh terhadap kondisi kesuburan. Dalam penelitian yang dilakukan di Harvard menunjukkan bahwa jenis lemak  yang paling berpengaruh terhadap kondisi infertilitas adalah lemak trans. Lemak trans banyak dijumpai di mentega, margarine, makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak yang banyak dan suhu tinggi seperti pada French fries atau kentang goreng dan makanan digoreng lainnya.
Karenanya, asupan lemak baik akan membantu memulihkan kondisi tubuh. Asupan lemak baik bisa diperoleh dari makanan seperti alpukat yang dikonsumsi tanpa menggunakan gula atau susu. Minyak zaitun, minyak virgin coconut oil, minyak canola, lemak yang terdapat pada kacang-kacangan. Mengkonsumsi produk susu yang diternakkan secara organic juga baik.

2)      Asupan antioksidan
Karena salah satu komponen sperma adalah lemak, maka sangat mudah untuk teroksidasi atau terkena radikal bebas. Asupan antioksidan berfungis untuk mencegah kerusakan sperma dalam proses pembentukannya.
Makanan kaya antioksidan yang bisa dikonsumsi tentunya sayuran dan buah-buahan. Utamanya bayam hijau maupun bayam merah, wortel, brokoli, bunga kol, kubis ungu maupun putih, jambu merah, buah naga. Selain itu, makanan tradisional seperti ubi ungu dan ubi kuning juga sangat kaya akan antioksidan dan memberikan asupan karbohidrat yang baik.

3)      Jenis karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari beberapa jenis, secara umum ada karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Makanan sumber karbohidrat sederhana seperti gula pasir, tepung-tepungan berhubungan dengan kondisi insulin yang kurang stabil. karbohidrat yang baik meliputi isngkong, ubi ungu, ubi kuning atau putih, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit dan juga sayuran dan buah menyumbang asupan karbohidrat yang baik.

Akupunktur
Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa akupunktur mampu memperbaiki fungsi pergerakan, jumlah dan bentuk sperma. Pada penelitian yang dimuat dalam Jurnal Fertility and Sterility menyebutkan pergerakan sperma yang meningkat 44.5% sampai 50% pada kelompok yang mendapatkan akupuntur dibandingkan kelompok control.

Bagi sahabat yang memiliki masalah dalam masalah reproduksi lainnya seperti varikokel, ejakulasi dini, disfungsi ereksi maupun gangguan perkemihan atau urologi, boleh silaturahim ke Pondok Holistik Indonesia untuk mendapatkan terapi yang holistik dan komprehensif.

Pondok Holistik Indonesia
Jalan Damai Gg Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman

telp: 0878-3966-0590/0274-851-6868
www.pondokholistikindonesia.com
www.akupunturjogja.blogspot.com


Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar